A. Era Globalisasi

Memasuki abad ke XXI, dunia ditandai dengan pesatnya perkembangan teknologi dibidang komunikasi dan informasi. Fakta tersebut  menguatkan kenyataan bahwa dunia telah menjadi komunitas global yang menjadi satu. Tak terpisahkan satu dengan yang lain dan saling tergantung satu sama lain. Sebagai contoh, peristiwa krisis keuangan yang menimpa Negara Amerika Serikat akibatnya telah dirasakan bukan hanya oleh bangsa Amerika saja, tetapi juga oleh seluruh bangsa di dunia ini. Sehingga solusi-solusinya juga harus dipikirkan bersama oleh seluruh dunia. 

B. Standar Internasional

Salah satu konsekuensi dari era globalisasi adalah Internasionalisasi. Di semua bidang kehidupan, khususnya didunia kerja, saat ini standar yang dipergunakan bukan lagi bersifat lokal, tetapi bersifat internasional. Artinya, patokan-patokan yang dipakai harus dapat diterima oleh semua negara di dunia. Sehingga, Internasionalisasi mengakibatkan persaingan di semua bidang kehidupan saat ini semakin ketat dan berat. Maka, jika ingin terus tumbuh dan berkembang, semua bidang usaha, termasuk dunia pendidikanpun harus mampu menghasilkan lulusan yang dapat memenuhi tuntutan dunia global.

C. Bersaing di era globalisasi

Untuk dapat memenangi persaingan di era globalisasi dengan internasionalisasinya, maka dunia pendidikan harus menghasilkan lulusan yang memiliki 4 (empat) karakteristik, yaitu :
 
1. Memiliki Iman dan takut akan Tuhan.
Para ahli pendidikan menyatakan bahwa keberhasilan seseorang ditentukan oleh 20 % kecerdasan intelektual (IQ) dan 80 % gabungan dari kecerdasam emosi (EI) dan kecerdasan spiritual (SI). Maka, sekolah Kristen harus tetap fokus pada misi Ilahi dan seimbang dalam penerapan kurikulum, sehingga dapat menghasilkan lulusan yang juga takut akan Tuhan.

2. Mampu berbahasa Internasional
Kemampuan dalam berbahasa Internasional merupakan standar minimal yang harus dimiliki oleh setiap orang. Sebab, pada masa mendatang bahasa Internasional akan menjadi bahasa sehari-hari dalam  semua bidang, khususnya dunia kerja. Maka, sekolah harus mempersiapkan anak didiknya untuk memiliki kemampuan dalam menggunakan bahasa Internasional secara aktif, khususnya bahasa Inggris.

3. Berkepribadian yang kreatif
Dunia kerja memiliki sifat seperti lautan luas, yaitu serba tidak terbatas. Maka, hanya orang-orang yang berkepribadian kreatif yang akan mampu menemukan peluang-peluang baru di tengah-tengah persaingan yang ketat. Oleh karena itu, sekolah harus mengadopsi kurikulum yang dapat menghasilkan lulusan yang berkepribadian kreatif.

4. Memiliki kemampuan di bidang Teknologi Komunikasi dan Informasi.
Penerapan ICT di dunia pendidikan sudah tidak bisa ditawar-tawar lagi. Sudah merupakan kewajiban bagi setiap sekolah untuk menyediakan fasilitas ICT, sehingga setiap anak didik dapat menggunakan.

D. Jawaban atas tantangan : Sekolah Nasional Berstandar Internasional

Berdasarkan tantangan dan peluang yang ada, Daniel Creative School (DCS) didirikan dengan target menjadi sekolah nasional berstandar Internasional. Adapun alasan-alasannya adalah sebagai berikut :

1. Aspek legalitas

Sesuai UU Pendidikan Nasional RI, jalur pendidikan sekolah dibagi menjadi 4 (empat), yaitu sekolah Nasional, sekolah Nasional berstandar Internasional, sekolah asing (waralaba), dan sekolah asing (murni). Maka, berdasarkan jalur-jalur tersebut, Daniel Creative School (DCS) mengambil jalur sekolah nasional berstandar Internasional. Dengan tujuan lulusan DCS tetap memiliki ijazah nasional sekaligus ijazah internasional (sebagai pilihan).

2. Aspek kualitas

DCS berkomitmen mendirikan dan mengembangkan sekolah dengan standar mutu yang mengarah kepada standar internasional. Baik dibidang kurikulum, guru maupun fasilitas penunjang pendidikan.

3. Aspek kontinuitas

Sekolah yang mampu bertahan dan terus berkembang adalah sekolah yang dapat menjawab kebutuhan dunia global yang berciri-cirikan Internasionalisasi. Maka, Daniel Creative School (DCS) akan terus dikembangkan sehingga dapat menghasilkan lulusan dengan standar Internasional. Dan juga, institusi sekolah diharapkan dapat menghadapi persaingan di bidang usaha pendidikan yang semakin ketat.